Setelah Mindset, Ilmu dan Pendampingan Menentukan Keberhasilan

by -883 Views
Elan Jaelani melakukan pendampingan kegiatan pemberdayaan ekonomi di Kelurahan Kersanagara, Kota Tasikmalaya.


Pemberdayaan ekonomi tidak berhenti pada perubahan pola pikir, tetapi harus dilanjutkan dengan peningkatan ilmu, keterampilan, dan pendampingan yang konsisten agar masyarakat benar-benar mampu mandiri.

Tasikmalaya, EJ – Dalam banyak program pemberdayaan ekonomi, perhatian sering terfokus pada pelatihan dan bantuan modal. Padahal dari pengalaman saya mendampingi masyarakat selama bertahun-tahun, keberhasilan tidak berhenti pada perubahan mindset saja.

Mindset memang fondasi awal. Seseorang harus lebih dulu memiliki kemauan berubah, semangat mandiri, dan kesiapan menjalani proses. Tetapi setelah itu, ada tahap penting berikutnya: knowledge dan upgrading skill.

Tanpa ilmu dan keterampilan yang terus berkembang, semangat saja tidak cukup.

Selama aktif sebagai Ketua LPM dan Ketua Gema Madani Kelurahan Kersanagara, saya banyak melihat peserta yang pada awalnya sangat antusias mengikuti program pemberdayaan. Mereka memiliki motivasi tinggi untuk memperbaiki ekonomi keluarga.

Namun dalam praktik usaha, tantangan mulai muncul.

Ada yang bingung menentukan pasar. Ada yang kesulitan menjaga kualitas produk. Ada yang belum memahami pengelolaan keuangan sederhana. Bahkan ada yang tidak tahu bagaimana mengembangkan produk agar mampu bersaing.

Di titik inilah ilmu menjadi kebutuhan mendasar.

Sebagaimana dikemukakan Peter Drucker, ekonomi modern semakin bergantung pada knowledge sebagai faktor produktivitas utama. Dalam konteks usaha kecil, pengetahuan bukan sekadar teori, tetapi kemampuan praktis untuk menyelesaikan persoalan nyata.

Pendampingan Adalah Bagian dari Proses Bertumbuh

Pemberdayaan yang baik tidak cukup hanya dengan pelatihan satu atau dua hari. Harus ada pendampingan.

Peserta membutuhkan ruang untuk bertanya, berdiskusi, berbagi pengalaman, dan mencari solusi atas persoalan yang mereka hadapi. Karena tantangan usaha hampir selalu muncul setelah pelatihan selesai.

Pendampingan bisa datang dari instruktur, komunitas, kelompok usaha, maupun jejaring alumni yang lebih dulu berkembang.

Dalam pengalaman lapangan, keberadaan kelompok atau komunitas sangat membantu.

Di sana peserta tidak berjalan sendiri. Ada tempat berbagi ilmu, problem solving, sekaligus membangun networking. Dari komunitas juga sering lahir kolaborasi usaha, akses bahan baku, hingga peluang pasar.

Sebagaimana dijelaskan Etienne Wenger melalui konsep community of practice, pembelajaran yang efektif sering lahir dari komunitas yang saling belajar dan memecahkan masalah bersama.

Karena itu, pemberdayaan ekonomi perlu membangun ekosistem belajar yang hidup.

Pendamping Tidak Boleh Sekadar Administratif

Dalam beberapa program, peran pendamping terkadang dipersempit menjadi tugas administratif: mendata peserta, membuat laporan, atau memastikan kegiatan berjalan.

Padahal fungsi pendamping jauh lebih strategis.

Pendamping harus menjadi fasilitator pertumbuhan.

Ia membantu peserta menjaga konsistensi, memberikan arahan, menghubungkan pada sumber daya, dan sesekali menjadi penyemangat ketika peserta mulai kehilangan motivasi.

Ini pekerjaan yang tidak mudah.

Mendampingi masyarakat membutuhkan kesabaran tinggi. Tidak semua peserta belajar dengan kecepatan yang sama. Tidak semua langsung siap menghadapi tantangan usaha.

Karena itu, pendamping juga harus memahami bahwa pemberdayaan adalah proses.

Dari pengalaman saya, rata-rata dalam waktu sekitar tiga bulan proses pendampingan sudah mulai terlihat siapa yang memiliki potensi berkembang lebih jauh.

Terlihat dari kedisiplinannya, keseriusan menjalankan usaha, respons terhadap masukan, dan kemauan belajar.

Jalan Panjang Menuju Kemandirian

Program pemberdayaan harus dirancang lebih utuh.

Mindset harus dibangun. Ilmu harus diperkuat. Skill harus terus di-upgrade. Dan pendampingan harus hadir secara nyata.

Karena pemberdayaan bukan agenda sesaat.

Ia adalah perjalanan panjang membangun manusia yang lebih siap, lebih percaya diri, dan lebih mandiri secara ekonomi.Jalannya memang tidak mudah. Tetapi itulah proses yang harus dilalui jika kita ingin masyarakat benar-benar berdaya dan bertumbuh secara berkelanjutan. (im)

banner 700x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.