Kunci Keberhasilan Pemberdayaan: Kemauan Bertumbuh

by -896 Views
Elan Jaelani, berfoto bersama peserta pelatihan pembuatan aneka kue dengan bahan dasar oncom.

Keberhasilan program pelatihan pemberdayaan tidak hanya ditentukan oleh kualitas kegiatan, tetapi terutama oleh kemauan peserta membangun kapasitas diri, jaringan, dan keberlanjutan usaha setelah pelatihan selesai.

Tasikmalaya, EJ – Pelatihan pemberdayaan ekonomi hari ini semakin mudah ditemukan. Pemerintah menghadirkan berbagai program untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, mulai dari pelatihan UMKM, keterampilan usaha, pengolahan produk, hingga akses permodalan. 

Dalam praktiknya, tidak semua peserta mampu mengubah pelatihan itu menjadi kemajuan nyata.

Pengalaman saya mendampingi masyarakat selama bertahun-tahun menunjukkan satu hal penting: pelatihan hanya menjadi titik awal, bukan jaminan keberhasilan.

Saat aktif sebagai Ketua LPM dan Ketua Gema Madani Kelurahan Kersanagara, saya banyak bertemu warga dengan latar belakang beragam. Ada ibu rumah tangga yang ingin membantu ekonomi keluarga, pemuda yang sedang mencari peluang usaha, hingga pelaku usaha kecil yang ingin naik kelas.

Sebagian berhasil berkembang. Sebagian lain berhenti setelah pelatihan selesai.

Perbedaannya sering kali bukan pada modal awal, melainkan pada kemauan dan kemampuan untuk terus bertumbuh.

Sebagaimana dijelaskan oleh Paulo Freire, pemberdayaan bukan sekadar memberi bantuan atau pengetahuan, tetapi mendorong masyarakat menjadi subjek yang aktif mengubah kondisi hidupnya. Artinya, keberhasilan program sangat bergantung pada kesadaran peserta untuk mengambil peran dalam proses perubahan itu.

Pelatihan Tidak Berhenti di Ruang Kelas

Banyak peserta merasa tugasnya selesai setelah mengikuti kegiatan dan menerima materi. Padahal justru tantangan sebenarnya dimulai setelah pelatihan berakhir.

Peserta perlu bertanya: langkah konkret apa yang akan dilakukan setelah ini?

Dalam konteks usaha, keterampilan baru harus langsung dipraktikkan. Produk perlu diuji. Pasar harus dicari. Hambatan harus dihadapi. Dari sini akan terlihat siapa yang benar-benar siap berkembang.

Karena itu, saya selalu memandang bahwa keberhasilan pemberdayaan harus diukur dari keberlanjutan.

Bukan sekadar hadir dalam pelatihan, tetapi apakah peserta mampu memanfaatkan ilmu, menjaga konsistensi, dan mengembangkan peluang yang ada di sekitarnya.

Networking Menentukan Kecepatan Bertumbuh

Satu hal yang sering diabaikan peserta adalah pentingnya membangun jaringan.

Dalam banyak kasus, usaha kecil gagal berkembang bukan karena produknya buruk, tetapi karena pelaku usahanya berjalan sendiri.

Padahal networking adalah modal penting.

Peserta perlu membangun hubungan dengan dinas terkait untuk mendapatkan informasi program lanjutan, legalitas, atau akses pembiayaan. Hubungan baik dengan sesama peserta juga penting karena dapat membuka kolaborasi, berbagi pengalaman, bahkan memperluas pasar.

Tidak kalah penting, peserta perlu belajar dari alumni pelatihan yang telah sukses.

Dari pengalaman lapangan, belajar dari orang yang sudah menjalani proses seringkali jauh lebih efektif dibanding hanya memahami teori. Ada pengalaman nyata, tantangan konkret, dan strategi yang lebih relevan dengan kondisi lapangan.

Sebagaimana disampaikan Jim Ife, pemberdayaan yang kuat bertumpu pada penguatan kapasitas individu sekaligus jaringan sosial di sekitarnya.

Mengembangkan Potensi yang Sudah Dimiliki

Seringkali masyarakat terlalu fokus mencari peluang baru, padahal potensi terbaik justru ada di lingkungan sendiri.

Ada keterampilan memasak, kerajinan, jasa, perdagangan kecil, atau potensi lokal lain yang bisa dikembangkan lebih serius.

Sebagai anggota DPRD Kota Tasikmalaya, saya melihat tugas kebijakan adalah membuka akses dan ekosistem. Namun pada akhirnya, keberhasilan tetap bergantung pada kemauan masyarakat untuk bertumbuh.Pelatihan membuka pintu. Jaringan memperluas jalan. Tetapi langkah pertama tetap harus datang dari peserta itu sendiri. Karena pemberdayaan sejati lahir saat masyarakat mau dan mampu mengembangkan potensinya menjadi kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. (im)

banner 700x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.