Pemberdayaan Bukan Sulap, Tetapi Proses Bertumbuh

by -1003 Views
Elan Jaelani, Saat menjadi instruktur dalam kegiatan pemberdayaan.


Program pemberdayaan ekonomi perlu dipahami secara realistis: pelatihan bukan alat sulap yang langsung mengubah kondisi ekonomi seseorang, melainkan pemicu awal menuju proses belajar dan kemandirian.

Tasikmalaya, EJ – Setiap kali ada program pelatihan ekonomi, harapan masyarakat biasanya tinggi. Wajar. Banyak peserta datang dengan keinginan memperbaiki penghasilan keluarga, memulai usaha, atau mencari peluang baru. 

Dalam praktiknya, tidak sedikit yang kecewa ketika setelah mengikuti pelatihan, kondisi ekonomi belum berubah secara signifikan.

Di sinilah pentingnya memahami pemberdayaan secara realistis.

Pelatihan bukan alat sulap yang bisa langsung mengubah taraf hidup seseorang hanya dalam satu atau dua hari kegiatan. Pelatihan hanyalah pemantik, pembuka jalan, dan titik awal dari proses yang lebih panjang.

Selama bertahun-tahun mendampingi masyarakat, baik sebagai Ketua LPM maupun Ketua Gema Madani Kelurahan Kersanagara, saya melihat langsung dinamika ini. Saya bertemu pelaku usaha kecil yang semula hanya berjualan sederhana, ibu rumah tangga yang mulai belajar usaha rumahan, hingga pemuda yang sedang mencari arah ekonomi.

Ada yang berhasil berkembang. Ada pula yang berhenti ditengah jalan.

Faktornya sering kali bukan semata pada kualitas pelatihan, tetapi pada kesiapan peserta menjalani proses perubahan.

Sebagaimana dikemukakan oleh Paulo Freire dalam konsep critical consciousness, perubahan sosial dan ekonomi harus diawali perubahan kesadaran. Seseorang perlu terlebih dahulu melihat dirinya sebagai subjek perubahan, bukan hanya penerima bantuan.

Artinya, mindset adalah fondasi pertama.

Perubahan Ekonomi Dimulai dari Perubahan Diri

Banyak orang berharap setelah ikut pelatihan, usahanya langsung berkembang. Harapan seperti ini kurang realistis.

Dalam pengalaman lapangan, perubahan ekonomi hampir selalu diawali dari perubahan pola pikir. Dari yang semula pasif menjadi aktif. Dari yang mudah menyerah menjadi lebih konsisten. Dari yang hanya menunggu peluang menjadi mau menciptakan peluang.

Karena itu, mindset bertumbuh sangat penting.

Peserta perlu memiliki kemauan belajar terus-menerus. Dunia usaha berubah cepat. Pola konsumsi berubah. Kompetisi meningkat. Tanpa pembelajaran berkelanjutan, keterampilan yang dimiliki akan cepat tertinggal.

Pelatihan seharusnya menjadi pintu masuk untuk proses upgrading skill.

Setelah pelatihan, peserta perlu melanjutkan dengan praktik, evaluasi, memperbaiki kualitas produk, belajar pemasaran digital, membangun legalitas usaha, dan memperluas jejaring.

Skill dan Networking Harus Berjalan Bersama

Selain mindset, kemampuan teknis juga harus terus diperkuat.

Keterampilan produksi, pengelolaan keuangan sederhana, pemasaran, hingga kemampuan membaca peluang pasar menjadi kebutuhan dasar pelaku usaha kecil.

Namun skill saja tidak cukup.

Banyak usaha kecil sulit berkembang karena berjalan sendiri. Karena itu, networking menjadi bagian penting dari pemberdayaan.

Peserta perlu terhubung dengan dinas, komunitas usaha, sesama alumni pelatihan, dan pelaku usaha yang sudah lebih dulu berhasil. Dalam banyak kasus, akses pasar justru lebih menentukan dibanding pelatihan formal.

Pandangan ini sejalan dengan konsep pemberdayaan Jim Ife yang menekankan pentingnya penguatan kapasitas individu sekaligus jaringan sosial dan akses sumber daya.

Sebagai anggota DPRD Kota Tasikmalaya, saya memandang kebijakan pemberdayaan harus dirancang berkelanjutan. Pelatihan penting, tetapi tidak boleh berdiri sendiri. Harus ada pendampingan, monitoring, dan ruang tumbuh setelah program selesai.

Pada akhirnya, pemberdayaan adalah proses panjang.

Pelatihan membuka jalan, tetapi langkah berikutnya tetap ditentukan oleh peserta itu sendiri: mau berubah, mau belajar, dan mau bertahan dalam proses.Karena perubahan ekonomi yang berkelanjutan tidak lahir dari sulap, tetapi dari proses bertumbuh yang konsisten. (im)

banner 700x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.