Cukupkah Pelatihan untuk Memberdayakan Masyarakat?

by -1000 Views
Elan Jaelani saat melakukan pendampingdan dalam pembedayaan ekonomi masyarakat.


Pelatihan, bantuan modal, dan pendampingan adalah instrumen penting dalam pemberdayaan ekonomi, tetapi pengalaman lapangan menunjukkan bahwa keberhasilan tetap ditentukan oleh kualitas manusianya, bukan semata kelengkapan program.

Tasikmalaya, EJ – Dalam banyak program pemberdayaan ekonomi, formula yang digunakan biasanya sudah cukup lengkap. Ada pelatihan. Ada pendampingan. Ada bantuan modal. Bahkan dalam beberapa program, peserta juga dibantu legalitas usaha hingga sarana produksi.

Secara konsep, ini terlihat ideal.

Namun pengalaman saya di lapangan menunjukkan satu pertanyaan penting: apakah semua instrumen itu otomatis membuat masyarakat berdaya?

Jawabannya, belum tentu.

Saat aktif mendampingi masyarakat sebagai Ketua LPM dan Ketua Gema Madani Kelurahan Kersanagara, saya terlibat langsung dalam sejumlah program pemberdayaan ekonomi berbasis kelompok. Polanya cukup komprehensif.

Di tingkat kelurahan, pemerintah menggelontorkan dana usaha bagi kelompok masyarakat. Setiap kelompok rata-rata terdiri dari lima orang. Mereka mengikuti pelatihan selama dua hari, kemudian mendapat pendampingan lanjutan.

Bantuan modal kerja juga cukup lengkap, mulai dari peralatan seperti kompor, oven, dan perlengkapan produksi lainnya, hingga dukungan bahan baku awal. Beberapa kelompok bahkan dibantu dalam pengurusan legalitas produk.

Jika dilihat dari desain, hampir semua kebutuhan dasar usaha sudah disentuh.

Tetapi hasilnya tidak selalu linear.

Program Lengkap Tidak Otomatis Menghasilkan Keberhasilan

Di lapangan, ada kelompok yang berkembang baik. Namun tidak sedikit yang berhenti di tengah jalan.

Dari pengalaman tersebut, saya belajar bahwa pemberdayaan bukan sekadar soal input program.

Pelatihan dua hari, bantuan alat, bahkan modal awal hanyalah instrumen. Semuanya penting, tetapi belum cukup.

Sebagaimana dijelaskan Paulo Freire, pemberdayaan adalah proses membangun kesadaran kritis agar masyarakat mampu menjadi pelaku perubahan bagi dirinya sendiri.

Artinya, program tidak bisa menggantikan kemauan pribadi.

Banyak peserta memiliki akses program yang sama, tetapi hasilnya berbeda. Mengapa? Karena yang membedakan bukan hanya fasilitas, tetapi kesiapan mental dan komitmen.

Ada peserta yang menjadikan pelatihan sebagai momentum awal untuk serius belajar dan berkembang. Ada pula yang memandang program hanya sebagai kegiatan sesaat.

Faktor Penentu Ada pada Manusia dan Kelompok

Dalam model usaha kelompok, tantangannya lebih kompleks.

Satu kelompok rata-rata berisi lima orang. Secara teori, pembagian tugas bisa membuat usaha lebih ringan. Tetapi dalam praktik, justru muncul tantangan koordinasi, komitmen, dan kekompakan.

Ada yang rajin, ada yang kurang aktif. Ada yang punya visi berkembang, ada yang hanya ikut karena diajak.

Di titik ini, kualitas kelompok menjadi sangat menentukan.

Selain itu, ketekunan juga tidak bisa digantikan oleh modal.

Peralatan lengkap tidak akan berguna jika produksi tidak konsisten. Legalitas tidak akan berdampak jika produk tidak berkembang. Bahkan modal bahan baku akan habis jika tidak dikelola dengan disiplin.

Pandangan ini selaras dengan konsep pengembangan masyarakat dari Jim Ife yang menekankan bahwa pemberdayaan sejati tidak hanya memberikan resources, tetapi membangun kapasitas individu dan komunitas agar mampu mengelola resources tersebut.

Pelatihan Adalah Awal, Bukan Akhir

Saat ini, sebagai anggota DPRD Kota Tasikmalaya, saya memandang program pemberdayaan harus terus diperkuat. Pelatihan tetap penting. Bantuan modal juga dibutuhkan. Pendampingan bahkan wajib.

Namun semua itu harus dipahami sebagai pembuka jalan.

Keberhasilan sejati baru lahir ketika masyarakat memiliki mindset bertumbuh, kemauan belajar, dan konsistensi menjalankan usaha.

Karena pada akhirnya, pemberdayaan bukan soal seberapa besar program diberikan, tetapi seberapa jauh masyarakat mampu mengubah peluang menjadi kemandirian ekonomi.Pelatihan membuka pintu. Modal menyediakan alat. Tetapi langkah menuju keberhasilan tetap harus dijalani oleh manusianya sendiri. (im)

banner 700x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.