Ketahanan Keluarga Dimulai dari Ekonomi

by -1550 Views

Ketahanan sebuah masyarakat tidak dibangun dari gedung-gedung yang megah atau besarnya anggaran pembangunan. Ketahanan masyarakat justru bertumpu pada kekuatan unit terkecilnya, yaitu keluarga. Ketika keluarga memiliki penghasilan yang layak, mampu memenuhi kebutuhan hidup, dan memiliki harapan terhadap masa depan, maka masyarakat akan lebih mudah berkembang. 

Sebaliknya, jika keluarga terus berada dalam tekanan ekonomi, berbagai persoalan sosial akan bermunculan, mulai dari rendahnya kualitas pendidikan, kesehatan, hingga melemahnya kepedulian sosial.

Dalam setiap proses community development (pengembangan masyarakat), penguatan ekonomi keluarga harus menjadi salah satu prioritas utama.

Pengalaman mendampingi masyarakat selama ini, menunjukkan bahwa hampir semua persoalan sosial pada akhirnya bersentuhan dengan persoalan ekonomi. Banyak keluarga sebenarnya memiliki semangat bekerja yang tinggi, tetapi belum memiliki akses terhadap peluang usaha, keterampilan, maupun pendampingan yang memadai. 

Oleh sebab itu, pemberdayaan ekonomi tidak cukup dilakukan melalui bantuan sesaat, tetapi harus diarahkan pada lahirnya keluarga yang mandiri secara berkelanjutan.

Pandangan tersebut sejalan dengan pemikiran Muhammad Hasan dan Muhammad Azis dalam Pembangunan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat. Mereka mengutip John Friedmann yang menyatakan bahwa “kalau menurut Marx, pemberdayaan adalah pemberdayaan masyarakat, maka menurut Friedmann, pemberdayaan harus dimulai dari rumah tangga. Pemberdayaan rumah tangga adalah pemberdayaan yang mencakup aspek sosial, politik, dan psikologis.” 

Pembangunan ekonomi keluarga bukan hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga membangun kepercayaan diri, memperluas kesempatan, dan memperkuat posisi keluarga dalam kehidupan sosial.

Ketika pendapatan keluarga meningkat, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh satu rumah tangga. Anak-anak memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik, kebutuhan kesehatan lebih terjamin, dan keluarga memiliki ruang untuk merencanakan masa depan. 

Sebaliknya, kemiskinan seringkali menciptakan apa yang disebut sebagai poverty trap atau lingkaran perangkap kemiskinan, yaitu keadaan ketika rendahnya pendapatan membuat keluarga sulit meningkatkan kualitas hidupnya sehingga kemiskinan terus berulang dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Dalam konteks ini, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran yang sangat strategis. Dibanyak lingkungan masyarakat, termasuk yang saya temui selama mendampingi warga, usaha kecil justru menjadi sumber penghasilan utama keluarga. Warung kelontong, usaha makanan rumahan, konveksi, kerajinan, pertanian, peternakan, hingga jasa berbasis keterampilan merupakan contoh nyata bagaimana ekonomi lokal bergerak dari rumah-rumah warga.

Muhammad Hasan dan Muhammad Azis menegaskan bahwa “sebagian besar lapangan kerja yang ada dalam suatu wilayah diciptakan oleh usaha kecil dan menengah.” 

Fakta ini menunjukkan bahwa penguatan UMKM bukan sekadar kebijakan ekonomi, tetapi juga strategi pemberdayaan masyarakat. Ketika satu keluarga berhasil mengembangkan usaha kecilnya, peluang kerja bagi tetangga dan lingkungan sekitar pun ikut terbuka.

Tujuan ekonomi keluarga tidak boleh berhenti pada tercukupinya kebutuhan pribadi. Dalam pengalaman saya di masyarakat, keluarga yang ekonominya semakin baik justru harus menjadi motor kepedulian sosial. Mereka yang telah memperoleh rezeki lebih diharapkan mampu membantu tetangga, mendukung kegiatan lingkungan, memperkuat kegiatan masjid, dan ikut membangun komunitasnya.

Inilah makna capacity building (penguatan kapasitas) yang dijelaskan Eka Prasetya Riauningrum. Beliau menyatakan bahwa “proses ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat (capacity building) melalui pemupukan modal yang bersumber dari surplus yang dihasilkan dan pada gilirannya dapat menciptakan pendapatan yang dinikmati oleh masyarakat.” 

Dengan kata lain, keberhasilan ekonomi tidak berhenti pada keuntungan individu, tetapi berkembang menjadi manfaat yang dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas.

Prinsip tersebut telah dibuktikan oleh Koperasi Serba Usaha “Karya Terpadu” di Desa Rarang. Koperasi ini tidak hanya mengejar keuntungan usaha, tetapi juga membangun kepedulian sosial. Sebagaimana dicatat dalam penelitian tersebut, “disamping mengejar keuntungan, KSU ‘KT’ juga menyisihkan dana sosial berupa bantuan beasiswa, menanggung pembayaran listrik masjid, dan menyisihkan dana sehat… dari tabungan anggota.” 

Contoh ini menunjukkan bahwa ekonomi yang sehat mampu melahirkan solidaritas sosial yang sehat pula.

Bagi masyarakat Muslim, aktivitas ekonomi juga memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar mencari keuntungan. Bekerja, berdagang, mengembangkan usaha, dan membantu masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab sosial yang bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar. Karena itu, ekonomi harus menjadi sarana menghadirkan kemaslahatan, bukan sekadar memperkaya diri sendiri.

Muhammad Hasan dan Muhammad Azis mengingatkan bahwa “jihad dalam hal ini mengandung arti yang luas… segala upaya yang telah dilakukan manusia demi kemaslahatan umat yang dilandasi keikhlasan dan hanya mengharap ridha Allah SWT.” 

Pandangan ini menempatkan pembangunan ekonomi sebagai bagian dari pembangunan manusia seutuhnya. Keberhasilan ekonomi bukan hanya diukur dari meningkatnya pendapatan, tetapi juga dari tumbuhnya masyarakat yang berakhlak, peduli, dan mampu berbagi.

Pada akhirnya, ketahanan keluarga tidak cukup dibangun melalui bantuan sosial atau program pemerintah semata. Ketahanan itu lahir ketika keluarga memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan, mampu mengembangkan usaha kecilnya, memiliki semangat berbagi, serta memandang aktivitas ekonomi sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat dan kepada Tuhan, Allah subhana wa ta’ala

Dari keluarga-keluarga yang mandiri inilah akan lahir masyarakat yang kuat, dan dari masyarakat yang kuat akan tumbuh daerah yang maju serta berdaya saing. (im)

banner 700x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.