BUILT CAPITAL

by -1410 Views

Dalam community development, pembangunan fisik sering dianggap sebagai ukuran paling nyata dari kemajuan sebuah wilayah. Jalan dibangun, gedung didirikan, jaringan internet diperluas, energi tersedia, dan ruang publik diperbaiki. 

Pembangunan fisik tidak otomatis berarti pemberdayaan masyarakat. Built Capital atau modal fisik harus dipahami sebagai enabling infrastructure: sarana yang memungkinkan modal sosial, modal manusia, modal alam, dan modal finansial berkembang.

Cornelia Butler Flora dan Jan L. Flora dalam Rural Communities: Legacy and Change menegaskan bahwa modal fisik merupakan infrastruktur yang dibangun manusia dan hanya efektif ketika berkontribusi pada modal komunitas lainnya. Sebaliknya, pembangunan fisik yang tidak mempertimbangkan dampaknya dapat justru merusak modal sosial, alam, maupun ekonomi lokal.

Dengan demikian, community development bukan sekadar apa yang dibangun, tetapi untuk siapa, bagaimana digunakan, dan perubahan sosial apa yang dihasilkannya.

Infrastruktur yang Menguatkan Komunitas

Built Capital mencakup berbagai bentuk infrastruktur: jalan, jembatan, transportasi, teknologi informasi, internet, energi, fasilitas pelayanan, hingga ruang publik. Flora dan Flora membedakannya berdasarkan aksesibilitas dan pola konsumsi menjadi Barang Kolektif (Collective Goods), Barang Milik Bersama (Common-Pool Goods), Barang Tol (Toll Goods), dan Barang Privat (Private Goods).

Pembagian tersebut penting dalam community development karena tidak semua infrastruktur memiliki fungsi sosial yang sama. Jalan umum, taman, dan trotoar memiliki fungsi kolektif yang berbeda dari fasilitas privat atau infrastruktur yang hanya dapat diakses melalui pembayaran.

Donella H. Meadows dalam Thinking in Systems: A Primer mengingatkan bahwa struktur fisik memiliki delay dan inersia yang tinggi. Ia menyatakan bahwa pembangunan kembali secara fisik merupakan salah satu bentuk perubahan sistem yang paling lambat dan mahal. Artinya, kesalahan dalam merancang permukiman, transportasi, atau jaringan pelayanan dapat menciptakan lock-in, yaitu pola ketergantungan yang sulit diperbaiki.

Karena itu, pembangunan infrastruktur membutuhkan perspektif jangka panjang dan partisipasi masyarakat sejak awal.

Ruang Publik dan “Mata di Jalanan”

Jane Jacobs melalui The Death and Life of Great American Cities memberikan pelajaran penting bahwa kota yang sehat tidak hanya membutuhkan bangunan, tetapi juga kehidupan sosial yang berlangsung di antaranya.

Gagasannya tentang “Mata di Jalanan” (Eyes on the Street) menunjukkan bahwa keamanan dan kehidupan sosial dapat tumbuh dari keberadaan warga yang terus menggunakan ruang publik. Jacobs menjelaskan bahwa jalan yang baik memiliki batas jelas antara ruang publik dan privat, bangunan yang menghadap jalan, serta trotoar yang digunakan secara terus-menerus.

Dengan kata lain, keamanan bukan semata-mata persoalan polisi atau kamera pengawas. Kehadiran manusia sendiri merupakan bagian dari infrastruktur sosial.

Jacobs menyebut interaksi yang terus berlangsung di ruang publik sebagai “tarian trotoar yang rumit” (intricate ballet of the city sidewalk). Setiap orang menjalankan perannya masing-masing, tetapi seluruh aktivitas tersebut membentuk keteraturan sosial.

Untuk menghasilkan keragaman dan vitalitas kota, Jacobs menawarkan Four Generators of Diversity: Mixed Primary Uses, Small Blocks, Aged Buildings, dan Concentration. Keragaman fungsi, bangunan, pengguna, dan aktivitas membuat ruang publik lebih hidup sekaligus membuka peluang bagi usaha kecil dan interaksi warga.

Infrastruktur sebagai Aset Masyarakat

Perspektif Asset-Based Community Development (ABCD) John Kretzmann dan John McKnight memperluas pemahaman mengenai Built Capital. Lahan kosong, bangunan terbengkalai, atau fasilitas yang tidak terpakai tidak harus selalu dipandang sebagai liabilities.

Kretzmann dan McKnight menunjukkan bahwa aset fisik yang terbengkalai dapat dikonversi menjadi community gardens, taman bermain, pusat kebudayaan, pusat inkubator bisnis, maupun perumahan. Prinsipnya sederhana: komunitas tidak selalu harus menunggu pembangunan baru; mereka dapat memulai dengan mereklamasi dan mengaktifkan aset yang sudah tersedia.

Inilah inti pendekatan community development. Infrastruktur tidak berhenti sebagai benda mati, tetapi menjadi ruang bagi masyarakat untuk bertemu, bekerja sama, belajar, berusaha, dan membangun kepercayaan.

Dari Infrastruktur Menuju Pemberdayaan

Internet dapat memperluas akses pengetahuan dan pasar. Transportasi dapat membuka mobilitas ekonomi. Energi dapat mendukung kegiatan produktif. Jalan dapat menghubungkan pusat-pusat aktivitas. Ruang publik dapat memperkuat interaksi sosial.

Namun, seluruhnya membutuhkan desain yang berpihak pada kehidupan komunitas.

Built Capital yang baik bukanlah infrastruktur yang paling megah, melainkan infrastruktur yang paling mampu menghidupkan aset masyarakat. Ukurannya bukan hanya panjang jalan, luas bangunan, jumlah fasilitas, atau besarnya anggaran, tetapi seberapa jauh infrastruktur tersebut memperluas kesempatan, memperkuat hubungan sosial, membuka aktivitas ekonomi, menjaga lingkungan, dan meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengelola kehidupannya sendiri.

Pada akhirnya, pembangunan fisik harus dikembalikan kepada tujuan dasarnya: membangun manusia dan komunitas, bukan sekadar membangun benda. (im)

Referensi

  • Flora, Cornelia Butler, & Flora, Jan L. (2012). Rural Communities: Legacy and Change. Westview Press.
  • Jacobs, Jane. (1961). The Death and Life of Great American Cities. Random House.
  • Kretzmann, John P., & McKnight, John L. (1993). Building Communities from the Inside Out: A Path Toward Finding and Mobilizing a Community’s Assets. Center for Urban Affairs and Policy Research, Northwestern University.
  • Meadows, Donella H. (2008). Thinking in Systems: A Primer. Chelsea Green Publishing.
  • Capra, Fritjof, & Luisi, Pier Luigi. (2014). The Systems View of Life: A Unifying Vision. Cambridge University Press.
banner 700x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.